Kamis, 12 Januari 2012

Pelaksanaan Wawancara Konseling Individual (Bimbingan dan Konseling 5)

Fase-Fase dalam Proses Konseling di Sekolah


Pembahasan mengenai pelaksanaan wawancara konseling individual akan difokuskan pada dua topik yaitu mengenai fase-fase dalam proses konseling di sekolah dan persoalan khusus dalam konseling individu.

1. Pembukaan
Fase ini berfokus pada pengembangan hubungan antarpribadi (working relationship) yang baik, yang memungkinkan pembicaraan terbuka dan terarah dalam wawancara konseling. Konselor dapat berbasa-basi pada fase pembukaan sehingga hubungan yang baik dapat terbentuk antara konselor dengan konseli.

2. Penjelasan masalah
Pada fase ini, konseli mengemukakan hal yang ingin dibicarakan dengan konselor, sambil mengutarakan sejumlah pikiran dan perasaan. Sambil mendengarkan, konselor berusaha untuk menentukan jenis masalah apa yang dihadapinya, karena jenis masalah akan berkaitan dengan pendekatan yang digunakan.

3. Penggalian latar belakang masalah
Fase ini dapat disebut sebagai analisis kasus. Pada fase ini, konselor menentukan pendekatan konseling seperti apa yang harus diterapkan terhadap masalah konseli. Konselor sekolah mengambil sikap eklektik, dikarenakan sistematika analisis disesuaikan dengan jenis masalah, taraf perkembangan konseli, dan pengalaman konselor dalam menerapkan pendekatan konseling tertentu.

4. Penyelesaian masalah
Berdasarkan apa yang telah digali dalam fase analisa kasus, konselor dan konseli membahas bagaimana persoalan dapat diatasi.

5. Penutup
Bilamana konseli telah merasa mantap tentang penyelesaian masalah yang ditemukan bersama dengan konselor, proses konseling dapat diakhiri. Penutupan dapat diakhiri dengan ringkasan konselor tentang jalannya proses konseling dan menegaskan kembali keputusan yang telah diambil, atau mempersilahkan konseli untuk meringkas jalannya proses konseling. Kemudian, konselor dapat memberi kata-kata semangat kepada konseli (digunakan jika ini merupakan pertemuan terakhir antara konselor dengan konseli). Konselor dan konseli dapat menentukan jadwal pertemuan berikutnya (jika ini bukan merupakan pertemuan terakhir antara konselor dengan konseli).

Daftar Pustaka
Winkel, W.S. (2010). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar